Jakarta – PT Bank Jago Tbk (ARTO) kini tengah bersiap memperluas lini bisnis wealth management dengan merencanakan peluncuran produk tabungan emas digital bagi para nasabahnya pada Jumat (7/8/2026).
Dilansir dari Katadata, langkah strategis ini diambil sebagai upaya perseroan untuk melengkapi pilihan instrumen investasi yang selama ini telah tersedia di dalam ekosistem digital mereka.
Layanan pengelolaan kekayaan ini dirancang khusus untuk membantu nasabah dalam mengembangkan aset melalui berbagai instrumen yang disesuaikan dengan profil risiko serta tujuan keuangan masing-masing individu.
Head of Wealth Management Bank Jago, Nyoman Sukmawati, memaparkan bahwa hingga pertengahan tahun ini, jumlah pengguna aplikasi perusahaan telah menembus angka 14,7 juta.
Dari total basis pengguna tersebut, sebanyak 3,6 juta nasabah telah terhubung secara aktif dengan ekosistem investasi yang dikelola oleh bank melalui integrasi dengan platform Bibit dan Stockbit.
Pertumbuhan jumlah investor di Indonesia yang kian pesat menjadi pendorong utama bagi manajemen untuk terus melakukan diversifikasi produk di luar saham, reksa dana, dan obligasi.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa total investor di pasar modal telah mencapai hampir 30 juta pihak hingga berakhirnya semester pertama tahun ini.
Nyoman menilai bahwa potensi pasar investasi di tanah air masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas bagi para pelaku industri perbankan berbasis teknologi.
Pertumbuhan jumlah nasabah investasi di Bank Jago sendiri tercatat telah meningkat sekitar 20% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.
Komposisi dana kelolaan atau asset under management saat ini masih didominasi oleh instrumen saham dengan porsi mencapai 48,4% dari total keseluruhan.
Sementara itu, instrumen reksa dana memberikan kontribusi sebesar 38,6% dan sisanya sebesar 13% ditempatkan pada aset obligasi.
Dari sisi aktivitas transaksi, instrumen saham menjadi yang paling dominan dengan porsi mencapai 88% dari total volume transaksi nasabah.
Manajemen saat ini sedang melakukan kajian internal mendalam serta berkomunikasi dengan regulator untuk memastikan seluruh proses perizinan produk emas digital terpenuhi dengan baik.
Selain aspek legalitas, perusahaan juga tengah mencari mitra strategis yang tepat untuk mendukung operasional layanan investasi emas tersebut.
Perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan fitur baru tersebut sesegera mungkin sebagai respons atas tingginya minat serta masukan dari para nasabah.
Kinerja Keuangan Bank Jago
Sepanjang semester pertama tahun 2026, perseroan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 189 miliar.
Pencapaian laba tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 49% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Total aset perusahaan hingga akhir Juni tercatat tumbuh sebesar 28% secara tahunan menjadi sebesar Rp 41,4 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jago telah mencapai angka Rp 27,6 triliun dengan dominasi dana murah sebesar 53%.
Penyaluran kredit tercatat tumbuh sebesar 24% menjadi Rp 26,6 triliun dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross yang tetap terjaga di level rendah yakni 0,8%.
Ringkasan
PT Bank Jago Tbk (ARTO) berencana meluncurkan produk tabungan emas digital pada 7 Agustus 2026 di Jakarta sebagai langkah strategis untuk memperkuat lini bisnis wealth management dan mendiversifikasi instrumen investasi bagi nasabahnya.
Langkah ini diambil untuk merespons pesatnya pertumbuhan jumlah investor di Indonesia serta tingginya minat nasabah, di mana saat ini 3,6 juta dari 14,7 juta pengguna aplikasi Bank Jago telah aktif berinvestasi melalui integrasi dengan platform Bibit dan Stockbit.
Selain pengembangan produk investasi, Bank Jago mencatatkan kinerja keuangan positif pada semester pertama 2026 dengan laba bersih mencapai Rp189 miliar atau tumbuh 49% secara tahunan, didukung oleh total aset sebesar Rp41,4 triliun dan penyaluran kredit yang terjaga kualitasnya.
