Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Rabu (12/8/2026) di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Dilansir dari Katadata, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa secara teknikal indeks berpotensi bergerak menuju kisaran 6.440 hingga 6.544.
Herditya menjelaskan bahwa posisi indeks saat ini diperkirakan masih berada dalam fase wave v dari wave (c) pada struktur wave [iv] yang mendukung pergerakan positif.
Namun, ia juga memberikan catatan mengenai skenario terburuk jika indeks justru mengalami tekanan jual.
“Worst case, IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5.890–6.192 untuk membentuk wave (b),” kata Herditya dalam risetnya.
MNC Sekuritas telah menetapkan area support berada di kisaran 6.201–6.029, sementara level resistance diprediksi berada pada rentang 6.454–6.599.
Perusahaan sekuritas ini menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham dengan strategi beli saat harga melemah.
Beberapa rekomendasi saham yang diberikan adalah sebagai berikut:
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan akumulasi beli di rentang Rp 1.265 hingga Rp 1.395 serta target harga di Rp 1.440 hingga Rp 1.590.
- PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan area beli di Rp 770 hingga Rp 800 serta target harga berada pada rentang Rp 910 hingga Rp 970.
Analisis Sektor dan Sentimen Pasar
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menyoroti tekanan yang dialami IHSG pada penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.267,88 yang melemah sebesar 1,53%.
Penurunan tersebut terjadi seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 0,59% ke posisi Rp 17.861 per dolar AS di pasar spot.
Secara teknikal, indikator histogram positif MACD tampak semakin menyempit, sedangkan Stochastic RSI terpantau bergerak melemah di area pivot.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan bahwa IHSG akan menguji kembali level support di kisaran 6.180 hingga 6.200 dalam waktu dekat.
Dari sisi domestik, data penjualan ritel Indonesia tercatat turun 3,0% secara tahunan pada Juni 2026, yang menunjukkan perbaikan dibandingkan koreksi 3,9% pada Mei 2026.
Pertumbuhan bulanan sebesar 0,7% pada penjualan ritel menjadi sinyal positif pertama dalam tiga bulan terakhir yang didorong oleh kelompok masyarakat menengah atas.
Terkait kondisi pasar saat ini, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham kepada para pelaku pasar untuk mencermati beberapa emiten berikut:
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
- PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026) di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, dengan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi salah satu pilihan rekomendasi beli bagi investor.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi indeks secara teknikal berpotensi bergerak menuju kisaran 6.440 hingga 6.544, meskipun terdapat risiko koreksi ke rentang 5.890–6.192 jika terjadi tekanan jual.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas mencatat bahwa IHSG sempat melemah 1,53% pada perdagangan sebelumnya seiring dengan depresiasi nilai tukar rupiah dan data penjualan ritel domestik yang masih berada dalam tren kontraksi tahunan sebesar 3,0% per Juni 2026.
