Mayoritas perusahaan yang mengantre IPO berasal dari sektor kesehatan dan skala menengah.
Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak sembilan perusahaan kini tengah mengantre untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) per 23 Oktober 2026.
Hingga periode tersebut, tujuh perusahaan telah resmi mencatatkan sahamnya di papan bursa dengan total perolehan dana mencapai Rp 2,16 triliun.
Direktur BEI menyatakan bahwa antrean perusahaan ini didominasi oleh pelaku usaha dari berbagai sektor strategis.
“Empat dari sembilan perusahaan yang mengantre IPO berasal dari sektor kesehatan,” ungkap perwakilan BEI terkait rincian data tersebut.
Selain sektor kesehatan, terdapat dua perusahaan dari sektor bahan baku dan dua perusahaan dari sektor energi yang sedang dalam proses pencatatan.
Satu perusahaan lainnya yang masuk dalam daftar antrean berasal dari sektor keuangan.
Berdasarkan klasifikasi aset, BEI membagi perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam tiga kategori skala usaha.
Terdapat satu perusahaan berskala kecil dengan total aset di bawah Rp 50 miliar.
“Sebanyak lima perusahaan masuk dalam kategori skala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar,” jelas otoritas bursa tersebut.
Sementara itu, tiga perusahaan sisanya merupakan entitas berskala besar yang memiliki aset di atas Rp 250 miliar.