Rupiah Tembus Rp18.000 Saat Dolar AS Menguat

Close-up of a stack of $10,000 US dollar bills with a currency strap on a background of paper money.
Photo by <a href="https://www.pexels.com/@printexstar?utm_source=instant-images&utm_medium=referral">adrian vieriu</a> on <a href="https://pexels.com">Pexels</a>

Bisnistalk.com, Jakarta – Rupiah kembali berada di bawah‌ tekanan ‍pada perdagangan⁤ Senin (6/7/2026) ⁤dan menembus level psikologis Rp18.000 per‍ dolar amerika Serikat (AS).

Pada pukul 13.44 WIB, ⁢berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda melemah 0,31% ke posisi ‌Rp18.000 ⁤per US$.

Baca Juga

Pergerakan ini ⁢memperdalam pelemahan rupiah sejak pembukaan pasar ⁢pagi tadi. Saat awal ⁣perdagangan, rupiah masih terkoreksi ⁣0,12% ⁤ke level ‌Rp17.970 per ‌US$.

Posisi tersebut juga menandai kembalinya rupiah ke atas ‌Rp18.000 per dolar AS ⁢setelah terakhir kali ditutup di level Rp18.050 per US$⁤ pada 9 Juni 2026.

Tekanan terhadap rupiah terutama‍ datang dari penguatan⁢ dolar AS di pasar global. Indeks dolar ⁤AS​ atau DXY, ⁤yang mencerminkan kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik 0,17% ‍ke​ level​ 101,030 pada pukul 13.45​ WIB.

Namun, tekanan tidak hanya berasal dari faktor eksternal.‍ Pelaku pasar juga menyoroti data neraca perdagangan domestik ‌yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS melaporkan neraca perdagangan indonesia​ defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026.

Kondisi itu sekaligus mengakhiri rangkaian surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut. Situasi tersebut menambah sentimen negatif yang menekan pergerakan ⁢rupiah ‍di pasar keuangan.

Rekomendasi