Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengusulkan nama Aida S. Budiman sebagai calon tunggal untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada Kamis (13/8/2026).
Dilansir dari Katadata, pengusulan ini merupakan bagian dari rangkaian perombakan jajaran pimpinan di bank sentral tersebut.
Selain menetapkan posisi tersebut, presiden juga mengajukan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia yang baru.
Daftar usulan nama tersebut turut mencakup Solikin M. Juhro dan Anwar Bashori yang diproyeksikan untuk menempati posisi sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Aida S. Budiman sendiri bukanlah sosok asing di lingkungan otoritas moneter karena ia merupakan pejabat karier yang telah lama mengabdi di Bank Indonesia.
Perempuan kelahiran Bogor tahun 1965 ini mengawali latar belakang akademisnya dengan menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor pada bidang Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis dan lulus tahun 1987.
Setelah menuntaskan pendidikan di dalam negeri, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat untuk memperdalam ilmu ekonomi.
Ia berhasil meraih gelar Master of Economics dari University of Southern California pada 1996.
Perjalanan akademisnya berlanjut hingga ia mendapatkan gelar doktor atau PhD di bidang ekonomi dari Claremont Graduate University pada 2001.
Selama berkarier di Bank Indonesia, Aida tercatat pernah memegang berbagai posisi strategis yang krusial bagi kebijakan ekonomi nasional.
Ia sempat menduduki jabatan sebagai Kepala Departemen Internasional pada rentang waktu 2014 hingga 2018.
Kiprahnya berlanjut saat ia dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2018.
Pada periode 2020 hingga 2022, ia menjabat sebagai Asisten Gubernur yang membawahi bidang kebijakan strategis sektor moneter serta sinergi kebijakan nasional.
Sebelum pengusulan terbaru ini, Aida telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 147/P Tahun 2021.
Ia secara resmi mengucapkan sumpah jabatan untuk posisi tersebut pada 6 Januari 2022 dengan masa bakti yang dijadwalkan berakhir pada 2027.
Pengusulan ini kini menunggu proses administrasi dan mekanisme pemilihan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lembaga legislatif dan pemerintah.
Langkah ini diambil pemerintah sebagai upaya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta keberlanjutan kebijakan moneter di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.
Publik kini menantikan bagaimana proses uji kelayakan dan kepatutan akan dilakukan terhadap para calon yang telah diajukan oleh presiden tersebut.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa pemilihan figur-figur internal ini menunjukkan adanya keinginan pemerintah untuk menjaga konsistensi kebijakan yang telah berjalan di Bank Indonesia.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto resmi mengusulkan Aida S. Budiman sebagai calon tunggal Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada Kamis (13/8/2026) untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan dan keberlanjutan kebijakan moneter nasional.
Selain Aida, presiden juga mengajukan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI, serta Solikin M. Juhro dan Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur, yang semuanya kini menunggu proses uji kelayakan dan kepatutan di lembaga legislatif.
Aida S. Budiman merupakan pejabat karier senior di Bank Indonesia dengan latar belakang pendidikan ekonomi dari Claremont Graduate University dan rekam jejak panjang dalam memimpin departemen strategis, termasuk posisinya sebagai Deputi Gubernur BI sejak tahun 2022.
