Jakarta – Ratusan pelajar dan mahasiswa berkumpul di Istora Senayan, Jakarta, untuk menyaksikan karya sineas muda dalam Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 pada Sabtu (25/7/2026).
Dilansir dari Katadata, acara ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk tidak hanya menikmati film pendek, tetapi juga mempelajari teknik perfilman langsung dari para finalis.
Satria Raka Mahendra, seorang siswa SMKN 45 Jakarta, mengaku datang untuk mendalami komposisi gambar dan cara membangun emosi penonton melalui film.
Ia menilai festival ini sangat bermanfaat karena memberikan perspektif baru tentang bagaimana budaya dapat dihidupkan melalui medium film.
Mahasiswa Indonesia Banking School yaitu Sintia, Salma, dan Dewi, turut hadir untuk mencari inspirasi karya yang lebih variatif di luar pola cerita yang monoton.
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan festival ini sebagai bagian dari Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 untuk memperluas ekosistem ekonomi kreatif.
Sebanyak 242 karya telah masuk selama periode pendaftaran, menunjukkan antusiasme tinggi dari para sineas muda di ibu kota.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa industri kreatif kini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Iwan menyebutkan bahwa setiap Rp 1 yang dibelanjakan dalam industri film mampu menciptakan aktivitas ekonomi sebesar Rp 1,38 di sektor pendukung lainnya.
Kegiatan serupa juga terlihat pada gelaran Semasa Piknik di Lapangan Banteng yang memadukan hiburan kuliner dengan pemutaran film terbuka bagi masyarakat.
Pengamat film, Hikmat Darmawan, menekankan pentingnya membangun budaya sinema yang mencakup komunitas, ruang diskusi, dan pendidikan, bukan sekadar industri komersial.
Hikmat berpendapat bahwa Jakarta perlu memiliki mekanisme pembiayaan progresif, termasuk pembentukan film fund dan dukungan terhadap kekayaan intelektual sebagai aset ekonomi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 27 Tahun 2025 yang memberikan insentif pengurangan pajak bagi pertunjukan film nasional.
Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, menilai kehadiran Jakarta Film Commission sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing lokasi produksi film.
Suhud Alynudin, Ketua DPRD DKI Jakarta, menegaskan bahwa penguatan industri perfilman akan memperkuat kebudayaan modern serta transformasi Jakarta menuju kota global.
Data menunjukkan transaksi selama Jakarta Kreatif Festival 2026 mencapai angka Rp 55 miliar, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jakarta.
Pemerintah berkomitmen memastikan talenta muda memiliki akses ke ekosistem yang menghubungkan kreativitas dengan peluang investasi jangka panjang.
Seluruh pihak kini berupaya menjadikan film sebagai salah satu pilar ekonomi utama yang berkelanjutan bagi masa depan ibu kota.
Ringkasan
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (25/7/2026), sebagai upaya memperluas ekosistem ekonomi kreatif dan mendorong industri film sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi ibu kota.
Industri film dinilai memiliki dampak ekonomi signifikan dengan rasio pengganda sebesar 1,38, yang terbukti melalui suksesnya penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival 2026 dengan total transaksi mencapai Rp 55 miliar.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung pengembangan ini melalui insentif pajak pertunjukan film nasional dan pembentukan Jakarta Film Commission, guna memperkuat transformasi Jakarta sebagai kota global yang berbasis pada kreativitas dan investasi jangka panjang.
