Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara bersama Yayasan Bina Astacita Center secara resmi menandatangani nota kesepahaman pada Minggu (9/8/2026) untuk mengembangkan sistem pembayaran nasional berbasis riset guna mendukung agenda digitalisasi pemerintah.
Dilansir dari Katadata, kemitraan ini memadukan keahlian Jalin dalam pengelolaan infrastruktur pembayaran dengan kompetensi BACenter dalam bidang riset ekonomi serta analisis kebijakan strategis.
Sinergi strategis tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan berbagai layanan publik, mulai dari penyaluran bantuan sosial, efisiensi belanja pemerintah, hingga perluasan inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri.
Direktur Utama Jalin Ario Tejo Bayu Aji menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat peran perusahaan dalam mendukung transformasi digital nasional.
Ia menekankan bahwa pengembangan sistem pembayaran tidak boleh hanya berfokus pada aspek teknologi semata tanpa memahami kebutuhan nyata masyarakat serta tujuan ekonomi yang ingin dicapai.
“Riset dan kajian kebijakan menjadi fondasi penting agar setiap solusi yang dikembangkan benar-benar tepat sasaran dan dapat diimplementasikan,” kata Ario.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Jalin terus berupaya memperkuat infrastruktur digital guna menciptakan nilai tambah bagi negara melalui integrasi layanan yang lebih efisien.
Ketua Dewan Pembina BACenter Burhanuddin Abdullah menyatakan bahwa sistem pembayaran kini telah menjadi bagian dari hajat hidup orang banyak yang harus dikelola dengan pendekatan berbasis data.
Menurutnya, penguasaan infrastruktur sistem pembayaran oleh negara merupakan sebuah keniscayaan yang harus didukung oleh bukti empiris dan pemahaman mendalam terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi yang aplikatif untuk mendukung program pemerintah serta memberikan manfaat konkret bagi masyarakat,” ujar Burhanuddin.
Pertumbuhan Transaksi Digital
Langkah kolaboratif ini diambil di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi pembayaran digital di Indonesia yang terus menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Bank Indonesia mencatat volume transaksi melalui internet dan mobile banking, BI-FAST, serta BI-RTGS mencapai 16,07 miliar pada semester I 2026 atau tumbuh 36,88 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, volume transaksi QRIS mengalami lonjakan luar biasa sebesar 100,12 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, yang didorong oleh perluasan basis pengguna dan merchant.
Pada periode yang sama, transaksi QRIS antarnegara tercatat membukukan nilai net inbound sebesar Rp1,52 triliun.
Data tersebut mencerminkan peran vital sistem pembayaran dalam menopang aktivitas ekonomi nasional sekaligus menjadi pendorong utama percepatan transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik.
Ringkasan
PT Jalin Pembayaran Nusantara dan Yayasan Bina Astacita Center (BACenter) menjalin kerja sama pada Minggu (9/8/2026) di Jakarta untuk mengembangkan sistem pembayaran nasional berbasis riset guna mempercepat digitalisasi layanan publik pemerintah.
Kemitraan ini menggabungkan infrastruktur pembayaran milik Jalin dengan analisis kebijakan strategis dari BACenter untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial, efisiensi belanja negara, serta perluasan inklusi keuangan di Indonesia.
Kolaborasi ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan transaksi digital nasional, di mana Bank Indonesia mencatat volume transaksi perbankan digital meningkat 36,88 persen serta lonjakan volume QRIS sebesar 100,12 persen pada semester I 2026.
