Katadata dan Antara Jajaki Peluang Saham Bandara Madinah

Ilustrasi Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz di Madinah, Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi menawarkan peluang kepemilikan saham Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz kepada Danantara.

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi secara resmi menawarkan peluang investasi kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk memiliki porsi kepemilikan saham di Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz yang terletak di Madinah pada Kamis (6/8/2026).

Dilansir dari Katadata, tawaran strategis ini muncul dalam rangkaian pertemuan tingkat tinggi antara delegasi Indonesia dengan jajaran pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga

Kunjungan tersebut mencakup diskusi intensif dengan Kementerian Investasi Arab Saudi serta penasihat Raja Arab Saudi terkait berbagai potensi kerja sama ekonomi antarnegara.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa tawaran tersebut disampaikan secara langsung kepadanya selama proses negosiasi berlangsung.

“Ditawarkan untuk Danantara mempunyai porsi kepemilikan di Airport Madinah,” kata Rosan.

“Hal itu ditawarkan langsung kepada saya,” kata Rosan.

Pemerintah Indonesia melalui Danantara kini tengah menindaklanjuti tawaran tersebut dengan melakukan penjajakan teknis bersama para pemangku kepentingan terkait.

Pihak Danantara dijadwalkan akan segera menggelar pertemuan dengan tim dari Mada International Holding untuk membahas detail mekanisme investasi tersebut.

Perusahaan Mada International Holding merupakan entitas yang mengelola operasional bandara melalui Tibah Airports sebagai pemegang konsesi resmi.

“Kami sedang menjajaki, nanti tim akan segera bertemu dengan timnya dari Mada Group yang mempunyai airport di Madinah tersebut,” kata Rosan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perluasan portofolio investasi Danantara di sektor infrastruktur transportasi internasional.

Kehadiran Danantara sebagai pemegang saham potensial diharapkan dapat memperkuat konektivitas serta kerja sama strategis antara Indonesia dan Arab Saudi di masa depan.

Proses evaluasi mendalam akan terus dilakukan oleh tim teknis Danantara untuk memastikan kelayakan serta dampak positif dari kepemilikan saham di Bandara Madinah tersebut.

Pihak kementerian akan memberikan pembaruan lebih lanjut setelah proses diskusi antara kedua belah pihak mencapai tahap yang lebih konkret.

Ringkasan

Pemerintah Arab Saudi secara resmi menawarkan peluang kepemilikan saham Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz di Madinah kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam pertemuan tingkat tinggi pada Kamis (6/8/2026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengonfirmasi bahwa tawaran strategis tersebut kini tengah ditindaklanjuti oleh Danantara melalui serangkaian penjajakan teknis bersama pihak pengelola, Mada International Holding.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perluasan portofolio investasi infrastruktur internasional Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas serta kerja sama ekonomi antara kedua negara di masa depan.

Rekomendasi