Pemda Buka Diskusi Dengan DAMRI Bahas Ekspansi Bus Listrik

Armada bus listrik DAMRI yang sedang beroperasi di jalan raya perkotaan.
Perum DAMRI sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk memperluas layanan bus listrik.

Jakarta – Perum DAMRI tengah menjajaki kerja sama operasional dengan sejumlah pemerintah daerah di Indonesia untuk memperluas jangkauan layanan transportasi umum berbasis listrik pada Kamis (6/8/2026).

Dilansir dari Katadata, diskusi awal telah dilakukan bersama otoritas di Medan, Makassar, Bali, dan Lombok guna menindaklanjuti potensi pengembangan armada bus ramah lingkungan tersebut.

Baca Juga

President Sales and Marketing DAMRI, Teguh Aditya Dharma, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen meningkatkan peran dalam transisi energi sektor transportasi publik.

Saat ini, DAMRI tercatat telah mengoperasikan 316 unit bus listrik untuk layanan Transjakarta dari target total 500 unit yang direncanakan.

Teguh menjelaskan bahwa perwakilan dinas perhubungan dari berbagai daerah telah melakukan kunjungan untuk mempelajari skema teknis pengoperasian bus listrik secara mendalam.

Pihak DAMRI menyatakan kesiapan untuk berinvestasi dengan menyediakan satu stasiun pengisian daya serta empat unit bus listrik sebagai langkah awal di wilayah baru.

Teguh menambahkan bahwa inisiatif ini seharusnya dapat segera direalisasikan secara bertahap tanpa perlu menunggu waktu yang terlalu lama.

Keberhasilan ekspansi bus listrik sangat bergantung pada kesiapan ekosistem pendukung, termasuk infrastruktur jalan dan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten.

CEO Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, menyebutkan bahwa transisi kendaraan listrik mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak secara signifikan.

Pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil ini diproyeksikan dapat menurunkan beban subsidi BBM nasional serta menekan volume impor minyak.

Operator transportasi juga akan mendapatkan keuntungan berupa efisiensi pengeluaran operasional serta potensi pendapatan tambahan dari perdagangan karbon.

Peralihan ke moda listrik memberikan dampak positif bagi fiskal negara, kesehatan finansial operator, serta perbaikan kualitas udara bagi masyarakat luas.

Pemerintah pusat diharapkan memberikan dukungan kebijakan yang kuat agar adopsi kendaraan umum listrik di daerah dapat berjalan lebih masif dan terukur.

Penyediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai menjadi salah satu syarat mutlak dalam mempercepat transisi energi di sektor transportasi darat.

Kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam membangun sistem transportasi publik yang lebih tangguh dan berkelanjutan di masa depan.

Ringkasan

Perum DAMRI tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah di Medan, Makassar, Bali, dan Lombok untuk memperluas layanan transportasi umum berbasis bus listrik guna mendukung transisi energi nasional per Kamis (6/8/2026).

Sebagai langkah awal, DAMRI berkomitmen menyediakan satu stasiun pengisian daya serta empat unit bus listrik di setiap wilayah baru, menyusul keberhasilan operasional 316 unit bus listrik yang saat ini melayani rute Transjakarta.

Inisiatif ini dinilai strategis dalam menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil, mengurangi beban subsidi BBM, serta meningkatkan efisiensi operasional bagi penyedia layanan transportasi publik melalui ekosistem yang berkelanjutan.

Rekomendasi