Garuda Indonesia dan Pelita Air Kaji Rencana Merger Strategis

Pesawat Garuda Indonesia dan Pelita Air bersiap di landasan pacu bandara.
Danantara tengah mematangkan rencana penggabungan maskapai Garuda Indonesia dan Pelita Air.

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata (Danantara) terus mematangkan rencana penggabungan maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk dan Pelita Air, guna memperkuat penetrasi pasar regional pada Jumat (24/7/2026).

Dilansir dari Katadata, Pelita Air akan dilebur ke dalam Garuda Group sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam menata ekosistem transportasi udara nasional.

Baca Juga

Saat ini, struktur kepemilikan saham Pelita Air didominasi oleh PT Pertamina sebesar 99,997%, sementara sisa sahamnya dikuasai oleh Pertamina Pedeve.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa integrasi ini bertujuan agar entitas gabungan memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menguasai industri penerbangan.

“Perusahaan-perusahaan ini nanti dengan mereka bersatu, akan memiliki kemampuan untuk bersaing ke depannya dan menguasai industri,” kata Dony.

Dony telah mendiskusikan masterplan merger tersebut dengan jajaran direksi Pelita Air pada Kamis (23/7/2026) untuk meningkatkan kualitas layanan di seluruh fase penerbangan.

Proses holdingisasi ini melibatkan tiga entitas utama yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air untuk menciptakan efisiensi operasional melalui integrasi ekosistem bisnis.

Rencana penggabungan ini mencakup beberapa aspek krusial bagi operasional maskapai yaitu:

  • Penerapan sistem pemesanan tiket terpadu bagi seluruh maskapai di bawah naungan Garuda Group.
  • Integrasi program loyalitas pelanggan melalui satu platform yang seragam seperti GarudaMiles.
  • Penyamaan standar sistem registrasi penumpang untuk mempermudah alur perjalanan.

Implementasi sistem terpadu ini memungkinkan penumpang yang terdampak overbooking untuk dialihkan secara otomatis ke maskapai lain dalam satu grup tanpa harus berpindah ke maskapai eksternal.

Managing Director Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyebut langkah ini akan memperbaiki efisiensi rute yang selama ini sering dilayani secara tumpang tindih oleh ketiga maskapai tersebut.

Integrasi rute seperti Jakarta-Surabaya diharapkan mampu meningkatkan tingkat keterisian kursi atau okupansi yang sebelumnya masih rendah di masing-masing maskapai.

Aksi korporasi ini dilakukan di tengah upaya pemulihan kinerja keuangan Garuda Indonesia yang hingga kuartal pertama tahun ini masih mencatatkan kerugian bersih sebesar US$ 41,62 juta.

Meskipun pendapatan perseroan tercatat meningkat menjadi US$ 762,35 juta, beban usaha tetap menjadi tantangan utama yang harus ditekan melalui efisiensi holding.

Data laporan keuangan menunjukkan jumlah karyawan Garuda Indonesia dan entitas anak per 31 Maret 2026 tercatat sebanyak 10.724 orang, yang mengalami penurunan akibat siklus pensiun normal.

Pemerintah hingga kini masih terus melakukan pembahasan mendalam mengenai detail teknis merger tersebut guna memastikan target penggabungan dapat segera terealisasi.

Ringkasan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata (Danantara) tengah mematangkan rencana penggabungan PT Garuda Indonesia Tbk dengan Pelita Air di Jakarta pada Jumat (24/7/2026) guna memperkuat daya saing maskapai pelat merah di industri penerbangan regional.

Integrasi yang melibatkan Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air ini bertujuan menciptakan efisiensi operasional melalui penyatuan sistem pemesanan tiket, program loyalitas, serta optimalisasi rute penerbangan yang selama ini tumpang tindih.

Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya memperbaiki kinerja keuangan Garuda Indonesia yang hingga kuartal pertama 2026 masih mencatatkan kerugian bersih sebesar US$ 41,62 juta, sekaligus meningkatkan okupansi kursi melalui ekosistem bisnis yang lebih terpadu.

Rekomendasi