Fore Coffee Raih Pendapatan Satu Triliun Rupiah Semester Pertama

Logo Fore Coffee pada gerai modern dengan suasana ramai pengunjung
Fore Coffee mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun pada semester pertama 2026.

Jakarta – PT Fore Kopi Indonesia Tbk mencatatkan pencapaian kinerja keuangan yang impresif dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 1 triliun pada semester pertama 2026 yang diumumkan pada Senin (20/7/2026).

Dilansir dari Katadata, angka pendapatan tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 52% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga

Pertumbuhan pendapatan ini didorong secara signifikan oleh strategi ekspansi jaringan gerai yang agresif yang dilakukan perseroan di berbagai wilayah.

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, EBITDA perusahaan melonjak 65% secara tahunan menjadi Rp 216 miliar.

Margin EBITDA perseroan juga mengalami peningkatan dari 19,7% pada tahun lalu menjadi 21,5% pada semester ini.

Laba bersih perusahaan turut tercatat tumbuh sebesar 34% menjadi Rp 56,5 miliar dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Strategi ekspansi gerai menjadi motor utama pertumbuhan dengan pembukaan lebih dari 40 gerai baru selama enam bulan pertama tahun ini.

Lebih dari 40% dari gerai baru tersebut ditempatkan di kota-kota tier 2 dan tier 3 sebagai bagian dari realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham.

Hingga akhir Juni 2026, jumlah gerai aktif Fore Coffee telah mencapai 363 unit, meningkat pesat dari 259 gerai pada periode yang sama tahun lalu.

Kini, jaringan usaha perseroan mencakup 377 gerai yang tersebar di lebih dari 60 kota termasuk 10 gerai Fore Donut dan empat gerai di Singapura.

Manajemen menilai hasil ini membuktikan ketahanan model bisnis premium affordable yang menggabungkan kekuatan merek dengan disiplin operasional yang ketat.

Presiden Direktur Fore Kopi Indonesia, Vico Lomar menyatakan bahwa performa semester pertama mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas operasional.

“Hasil kinerja kami pada semester pertama merupakan cerminan langsung dari disiplin yang kami terapkan di setiap lini operasional, mulai dari konsistensi produk hingga pengalaman pelanggan di setiap gerai,” kata Vico.

“Kami juga menerapkan disiplin yang sama dalam alokasi modal, memastikan setiap rupiah dari dana hasil IPO dan setiap pembukaan gerai baru dijalankan dengan arah yang jelas menuju imbal hasil bagi pemegang saham,” ujar Vico.

Perseroan juga terus memperluas lini usaha Fore Donut dengan menambah delapan gerai baru selama semester pertama 2026, termasuk ekspansi ke Surabaya.

Merek tersebut telah resmi memperoleh sertifikasi halal pada awal Juli 2026 sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ke depan, perusahaan berencana untuk membuka gerai tambahan di lokasi strategis seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta Bandung.

Langkah pengembangan ini diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan di industri makanan dan minuman di tengah meningkatnya permintaan pasar domestik.

Ringkasan

PT Fore Kopi Indonesia Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun pada semester pertama 2026, yang merupakan lonjakan 52% secara tahunan berkat keberhasilan strategi ekspansi gerai yang agresif di berbagai wilayah Indonesia.

Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan penguatan signifikan dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 34% menjadi Rp 56,5 miliar serta peningkatan EBITDA sebesar 65% menjadi Rp 216 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga akhir Juni 2026, Fore Coffee telah mengoperasikan total 363 gerai aktif, termasuk pembukaan lebih dari 40 gerai baru yang tersebar di kota-kota tier 2 dan tier 3 serta pengembangan lini usaha Fore Donut yang kini telah bersertifikasi halal.

Rekomendasi