Jakarta – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mulai merealisasikan rencana pengalihan 9,63 miliar saham treasury hasil pembelian kembali sebagai bagian dari restrukturisasi grup dan penguatan bisnis digital pada Selasa (4/8/2026).
Dilansir dari Katadata, langkah strategis ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023 yang mewajibkan pengalihan saham hasil pembelian kembali paling lambat tiga tahun setelah aksi korporasi tersebut selesai.
Perseroan menjadwalkan pelaksanaan penjualan saham melalui mekanisme di Bursa Efek Indonesia mulai 10 Agustus 2026 dengan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa pelaksana.
Manajemen menyatakan bahwa pengalihan tersebut dapat dilakukan tanpa memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham guna mematuhi regulasi yang berlaku.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 31 Juli 2026, perseroan saat ini masih menguasai 37,91 miliar saham treasury atau sekitar 19,68% dari modal ditempatkan.
Kepemilikan tersebut menempatkan saham treasury sebagai porsi terbesar kedua setelah PT Sinar Mas Tunggal yang menggenggam 59,9% saham perusahaan.
Selain aksi korporasi tersebut, perusahaan juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 September 2026.
Di luar perubahan struktur kepemilikan, perseroan juga telah merampungkan restrukturisasi anak usaha strategis, PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), yang kini menjadi entitas anak dengan kendali penuh.
Seluruh instrumen utang konversi antara perseroan dan BMT telah diselesaikan, sehingga laporan keuangan anak usaha tersebut kini dikonsolidasikan sepenuhnya ke dalam grup.
BMT telah menerbitkan 8,54 miliar saham baru senilai Rp 8,54 triliun yang dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan.
Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya, mengatakan perseroan mengarahkan investasi pada infrastruktur digital, energi rendah karbon, pusat data, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan.
“Melalui investasi pada energi rendah karbon, konektivitas digital, pusat data, komputasi berbasis AI, dan teknologi masa depan lainnya, DSSA berkomitmen memperkuat daya saing sekaligus mendukung transformasi digital dan transisi energi di Indonesia,” kata Krisnan.
Kinerja segmen infrastruktur digital dan teknologi perseroan mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 50% secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini.
Pengembangan pusat data Tier IV dengan kapasitas 18 megawatt di Jakarta saat ini terus dipercepat dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun 2026.
Selain itu, perseroan memperkuat ekosistem digital melalui akuisisi PT Bali Media Telekomunikasi yang memberikan kepemilikan tidak langsung di PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.
Direktur DSSA, Daniel Cahya, menjelaskan bahwa perusahaan kini terbagi dalam dua pilar besar yaitu Sinarmas Energy & Infrastructure serta Sinarmas Communication & Technology.
Meskipun kontribusi pendapatan masih didominasi sektor batu bara melalui Golden Energy Mines, perusahaan menargetkan peningkatan signifikan dari lini bisnis infrastruktur digital dan energi dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Wakil Presiden Direktur DSSA, Lokita Prasetya, menyatakan bahwa perusahaan terus mengakselerasi elektrifikasi armada operasional di PT Borneo Indobara sebagai bagian dari komitmen operasional yang berkelanjutan.
“Pendekatan kami adalah menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan,” kata Lokita.
Strategi tersebut mencakup pengembangan proyek panas bumi dengan potensi kapasitas 440 MW yang tersebar di enam wilayah strategis di Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mencapai target netralitas karbon pada tahun 2050 melalui transisi energi yang dilakukan secara bertahap.
Ringkasan
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mulai merealisasikan pengalihan 9,63 miliar saham treasury di Bursa Efek Indonesia mulai 10 Agustus 2026 untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023 serta mendukung restrukturisasi grup dan penguatan bisnis digital.
Aksi korporasi yang menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai pelaksana ini dilakukan tanpa memerlukan persetujuan RUPS, mengingat perseroan masih memiliki 37,91 miliar saham treasury yang setara dengan 19,68% dari modal ditempatkan per akhir Juli 2026.
Langkah ini sejalan dengan transformasi strategis DSSA yang kini berfokus pada dua pilar utama, yakni Sinarmas Energy & Infrastructure serta Sinarmas Communication & Technology, termasuk pengembangan infrastruktur pusat data, energi rendah karbon, dan penyelesaian restrukturisasi anak usaha, PT Bali Media Telekomunikasi.





