Bisnistalk.com, – Jakarta – Direktur Utama bank-bank milik negara (Himbara) berkumpul di Gedung DPR untuk membahas secara mendalam mekanisme penyaluran dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang telah ditempatkan di perbankan. Pertemuan dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat ini secara khusus menyoroti bagaimana dana triliunan rupiah tersebut dialirkan ke sektor-sektor riil, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pertemuan yang berlangsung tertutup ini dihadiri oleh para petinggi perbankan pelat merah, meliputi Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Riduan, dan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Putrama Wahju Setyawan. Turut hadir pula Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Nixon LP Napitupulu, serta Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Anggoro Eko Cahyo.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa kerahasiaan rapat didasari oleh sifat sensitif dari isu penyaluran kredit, di mana verifikasi dan sinkronisasi data dengan otoritas terkait masih diperlukan sebelum dapat diumumkan kepada publik. “Kita ingin mendengarkan secara khusus apa saja yang menjadi isu di dalam penyaluran kredit Himbara terkait dengan SAL itu,” ujar Misbakhun usai agenda tersebut.
Misbakhun mengindikasikan bahwa Komisi XI telah menerima laporan komprehensif mengenai penyaluran dana SAL oleh Himbara, namun ia memilih untuk tidak merinci sektor-sektor spesifik yang menerima aliran dana tersebut. Hasil diskusi ini akan menjadi landasan penting untuk rapat lanjutan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna mengevaluasi kondisi likuiditas perbankan secara menyeluruh.
Penting untuk dicatat, rapat ini tidak menyentuh usulan penambahan dana SAL di perbankan, meskipun sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengutarakan rencana inkremental sebesar Rp 100 triliun, yang akan meningkatkan total penempatan menjadi Rp 400 triliun. Misbakhun menggarisbawahi bahwa Himbara melaporkan tidak adanya kendala berarti dalam penyaluran dana SAL yang ada saat ini. “Tidak ada masalah. Semuanya baik-baik saja. Yang pasti, dorongan dana SAL itu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, membenarkan fokus utama rapat pada penyaluran dana SAL dan menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk patuh pada arahan pemerintah. “Kami mengikuti apa yang diarahkan pemerintah,” katanya. Ia juga secara spesifik menyebutkan bahwa di Bank Mandiri, dana SAL telah diarahkan ke sektor riil, termasuk dukungan bagi UMKM dan sektor swasta, serta memastikan dana tersebut tidak digunakan untuk aktivitas spekulatif. Sementara itu, para Direktur Utama Himbara lainnya memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut kepada awak media mengenai detail pembahasan rapat tersebut.
