Dino Patti Djalal Peringatkan Pemerintah Soal Penurunan Status Pasar Modal MSCI

Dino menekankan pemerintah perlu memperbaiki kepercayaan investor daripada terjebak defensif.

Jakarta – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino Patti Djalal, mendesak pemerintah menyikapi penurunan status pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi level standalone market.

Dino menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh melawan keputusan tersebut karena MSCI merupakan organisasi independen yang menjunjung tinggi kepercayaan sebagai modal dasar operasionalnya.

Pernyataan ini disampaikan Dino melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (24/10).

Menurut Dino, penurunan status tersebut merupakan indikasi nyata adanya erosi kepercayaan di kalangan pengusaha dalam dan luar negeri.

“Belakangan ini, benih-benih erosi kepercayaan sudah mulai kelihatan di kalangan pengusaha, baik di luar maupun di dalam negeri,” ujar Dino.

Ia menilai Presiden perlu segera menyadari gejala ini agar dampaknya tidak memburuk di masa depan.

“Saran saya, lebih baik mengobati erosi kepercayaan ini dari awal ketimbang menunggu sampai sudah tidak tertolong lagi,” sambung Dino.

Dino menjelaskan bahwa investor global menjadikan MSCI sebagai acuan utama karena organisasi tersebut menerapkan standar yang sama bagi semua negara tanpa kepentingan politik.

Ia mencontohkan bagaimana Tiongkok berhasil naik kelas ke level emerging market pada 2018 setelah bersikap terbuka dan menyesuaikan diri dengan standar MSCI.

Dino mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam nasionalisme sempit yang mengabaikan realitas pasar keuangan global.

Ia menekankan bahwa pertarungan di dunia finansial sangat berbeda dengan ranah militer atau permainan kekuatan fisik.

Dino memperingatkan pemerintah tidak boleh meremehkan masalah keuangan karena krisis moneter terbukti mampu meruntuhkan pemerintahan yang jauh lebih kuat di masa lalu.

Ia mengingatkan bahwa krisis moneter dapat berkembang cepat menjadi krisis sosial, keamanan, legitimasi, hingga krisis politik.

Dino menegaskan bahwa pengerahan buzzer untuk memaki MSCI tidak akan mencegah kejatuhan nilai tukar rupiah maupun pelarian investor.

Ia menyarankan pemerintah untuk memposisikan MSCI layaknya wasit yang memberi nasihat agar Indonesia mampu memperbaiki diri.

Rekomendasi