Tasikmalaya – Akses mobilitas warga di dua kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya kini jauh lebih efisien menyusul diresmikannya Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan pada Jumat (20/6/2026).
Infrastruktur sepanjang 65 meter ini menjadi solusi atas kendala geografis yang selama ini menghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kampung Babakan Cikadu, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya dengan Kampung Sinargalih, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame ini merupakan inisiatif BSI Maslahat yang bekerja sama dengan Perhutani.
Bantuan senilai Rp250 juta digelontorkan untuk memastikan akses vital ini dapat segera dinikmati warga.
Sebelum jembatan ini berdiri, warga harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu atau menempuh jalur memutar yang sangat jauh.
Kondisi tersebut menjadi beban berat, terutama bagi petani yang hendak mendistribusikan hasil panen serta anak-anak yang harus menempuh perjalanan panjang menuju sekolah.
Cucu, salah seorang warga Desa Cilolohan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran jembatan tersebut.
Ia mengenang masa-masa sulit saat harus menyeberangi sungai dengan rakit di tengah arus yang kerap deras.
“Kalau dulu mau menyeberang harus turun ke sungai lalu menggunakan rakit bambu. Rasanya khawatir karena arus cukup deras. Sekarang aktivitas jadi jauh lebih mudah. Yang bekerja, berjualan, maupun anak-anak yang sekolah semuanya terbantu. Terima kasih BSI Maslahat,” ujar Cucu.
Berdasarkan hasil assessment program, kehadiran Jembatan Maslahat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi waktu.
Jika sebelumnya warga harus menempuh perjalanan hingga 120 menit melalui jalur Sukaraja untuk mencapai pusat aktivitas ekonomi, kini waktu tempuh terpangkas drastis menjadi sekitar 45 menit.
Jembatan dengan lebar 1,2 meter ini dirancang tidak hanya untuk pejalan kaki, tetapi juga dapat dilalui kendaraan bermotor.
Infrastruktur ini diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 5.000 jiwa yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak.
Dengan akses yang lebih singkat, biaya transportasi dapat ditekan, sehingga distribusi hasil bumi menjadi lebih lancar dan ekonomi lokal diharapkan semakin bergeliat.
Pihak Perhutani KPH Tasikmalaya menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga.
Sementara itu, pihak BSI Maslahat menegaskan program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengelola amanah umat secara profesional dan akuntabel.
Pihaknya berharap Jembatan Maslahat Tonjong Cilolohan dapat menjadi sarana yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
