Pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun teraliri listrik pada tahun 2029.
Jakarta – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan rasio elektrifikasi nasional Indonesia saat ini telah menembus angka 99,8 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Yuliot dalam pidato penganugerahan Penghargaan Energi Subroto 2026 di Hotel Westin Kuningan, Jakarta, Jumat (23/10).
“Untuk di bidang ketenagalistrikan rasio elektrifikasi nasional tadi kami sudah sampaikan sudah mencapai 99,8 persen,” ujar Yuliot.
Ia menegaskan pemerintah terus berupaya memperluas jaringan listrik hingga menjangkau seluruh pelosok desa dan dusun di tanah air.
Perluasan jaringan listrik ini bertujuan untuk menggerakkan potensi ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Jadi, setiap potensi ekonomi yang ada di desa, di dusun, itu bisa ditingkatkan,” ujar Yuliot.
Yuliot menambahkan peningkatan rasio elektrifikasi merupakan tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak masyarakat atas kemandirian energi.
Dalam kesempatan terpisah pada Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di hari yang sama, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,85 persen.
Bahlil mengakui masih terdapat sekitar 11.000 desa dan dusun yang belum teraliri listrik.
Pemerintah menargetkan seluruh wilayah tersebut segera mendapatkan akses listrik melalui berbagai cara.
Program Listrik Desa tahun ini difokuskan menyasar 2.065 lokasi sebagai langkah konkret pemerintah.
Pemerintah mematok target ambisius agar seluruh rumah tangga di Indonesia dapat menikmati listrik pada tahun 2029.