RANS Buka Suara Soal Isu Dugaan Pencucian Uang

Bisnistalk.com, Jakarta – PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten yang terafiliasi dengan pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, membantah keras isu keterlibatan dalam dugaan pencucian uang yang mulai beredar pada awal 2024 dan kembali menguat menjelang pencatatan saham perdana (IPO).

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menyatakan bahwa seluruh tahapan IPO perseroan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga

“Jadi, kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumors yang ada daripada faktanya yang ada. Mungkin itu jawaban dari saya,” kata Darwin.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan valuasi perseroan didorong oleh kinerja dan masuknya investasi dari Grup Emtek, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), pada 2021 senilai Rp 248 miliar.

“Karena, katakanlah Tahun 2021, itu adalah saat di mana, tadi Pak Tanto (Wakil Direktur Utama EMTK, Sutanto Hartono) katakan, EMTK masuk Rp 248 miliar, sejumlah katanya hampir 17-18%. Valuasi saat itu saja sudah Rp 1,3 triliun,” ujarnya.

Darwin menambahkan bahwa valuasi RANS saat ini telah meningkat sekitar 10% menjadi lebih dari Rp 2 triliun, dan IPO di BEI menjadi bukti bahwa isu-isu negatif yang beredar mengenai perseroan tidak berdasar.

Which is itu yang terjadi. Makanya saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan dan BEI. Mudah-mudahan menjawab,” kata dia.

Tujuh anak usaha RANS tercatat tidak beroperasi hingga saat ini, sebagaimana terungkap dalam prospektus IPO.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, termasuk restoran, penyelenggara acara (event organizer), klub olahraga digital, taman rekreasi dan konservasi, serta jasa dan perdagangan.

Anak usaha yang dimaksud meliputi PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, PT Rans Karnaval Internasional, PT Rans Karnaval Indonesia, PT Rans Boga Indonesia (RBI), PT Manusia Masa Depan, dan PT Rans Surya Aktivasi.

Sebagian besar dari perusahaan-perusahaan tersebut didirikan pada periode 2021–2022.

Sebelum pelaksanaan IPO, kinerja keuangan RANS menunjukkan penurunan sepanjang 2025.

Pendapatan perseroan turun 13,91% secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar, dari Rp 410,49 miliar pada 2024.

Penurunan pendapatan ini dipicu oleh anjloknya kontribusi dari segmen brand ambassador dan talent management sebesar 51,55% menjadi Rp 51,92 miliar.

Pendapatan dari penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga mengalami koreksi 12,69% menjadi Rp 107 miliar.

Selain itu, perseroan tidak lagi menerima kontribusi dari segmen olahraga setelah melepas anak usahanya, PT Rans Prestisius Klub Sepakbola, pada 2024.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih RANS juga merosot 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar pada 2025, dibandingkan Rp 97,07 miliar pada tahun sebelumnya.

Perseroan menjelaskan bahwa penurunan laba bersih dipengaruhi oleh tingginya basis perbandingan pada 2024 yang ditopang oleh keuntungan nonberulang (non-recurring) sebesar Rp 44,94 miliar dari pelepasan entitas anak.

Pada periode yang sama, perusahaan juga membukukan rugi dari operasi yang dihentikan sebesar Rp 10,46 miliar.

RANS secara resmi mencatatkan saham perdananya melalui aksi IPO di BEI pada Jumat (10/7).

Perusahaan hiburan ini menjadi emiten ketujuh yang melantai di BEI sepanjang 2026.

Pada debut perdananya, saham RANS dibuka melonjak 34,12% ke level Rp 228 dari harga penawaran.

Volume perdagangan saham RANS tercatat mencapai 7.683 lot dengan nilai transaksi Rp 175,17 juta.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.580 kali.

Dalam aksi IPO ini, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru, setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Perseroan mematok harga penawaran dengan kisaran Rp 135-170 per saham.

Dengan menetapkan harga teratas untuk IPO sebesar Rp 170 per saham, RANS berhasil menghimpun dana segar mencapai Rp 429,25 miliar.

PT Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini.

Rekomendasi