Bisnistalk.com, – Jakarta – Rachmat Gobel, seorang tokoh nasional terkemuka, pengusaha sukses, dan mantan pejabat publik, wafat pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta.
Dikutip dari berbagai media nasional, Rachmat Gobel dikenal luas sebagai pemimpin yang berhasil membesarkan Gobel Group melalui kemitraan strategis dengan Panasonic.
Ia juga memiliki rekam jejak panjang di sektor pemerintahan dan politik, pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan anggota DPR RI dari Partai NasDem.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia usaha, politik, dan masyarakat Indonesia secara luas.
Selama puluhan tahun, Rachmat Gobel dikenal sebagai figur yang efektif menjembatani dunia industri dengan kebijakan publik.
Ia secara konsisten mendorong penguatan industri nasional, peningkatan investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan kawasan timur Indonesia.
Dedikasinya tersebut membuatnya tidak hanya dikenal sebagai pemimpin perusahaan, tetapi juga sebagai tokoh nasional yang sangat peduli terhadap kemajuan ekonomi Indonesia.
Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962, merupakan putra dari almarhum Thayeb Mohammad Gobel, pendiri National Gobel Group yang kemudian berkembang menjadi Panasonic Gobel Group.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di Jakarta, ia melanjutkan studi ke Chuo University di Tokyo, Jepang, untuk memahami budaya dan sistem bisnis Jepang.
Sekembalinya ke Indonesia pada akhir 1980-an, Rachmat Gobel mulai aktif mengelola perusahaan keluarga.
Ia menduduki berbagai posisi strategis hingga akhirnya menjabat sebagai Komisaris Utama Panasonic Gobel Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan memperluas bisnis ke berbagai sektor dan memperkuat ekspor produk elektronik Indonesia ke pasar internasional.
Ia juga dikenal aktif membina koperasi dan UMKM, serta meraih berbagai penghargaan atas kontribusinya di dunia usaha.
Karier Rachmat Gobel berlanjut ke sektor pemerintahan ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia pada tahun 2014.
Meskipun masa jabatannya berlangsung sekitar satu tahun, ia dikenal aktif mendorong peningkatan daya saing produk dalam negeri dan penguatan perdagangan nasional.
Pada tahun 2016, ia bergabung dengan Partai NasDem dan terjun ke dunia politik praktis.
Dalam Pemilu 2019, Rachmat Gobel terpilih menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo.
Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Selama di parlemen, ia banyak memperjuangkan pembangunan kawasan timur Indonesia, peningkatan investasi, hilirisasi industri, dan penguatan ekonomi nasional.
Kiprahnya di DPR menjadikannya salah satu tokoh berpengaruh dengan latar belakang kuat di dunia bisnis dan pemerintahan.
Kabar wafatnya Rachmat Gobel mengejutkan banyak pihak dan ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan.
Banyak tokoh menilai Rachmat Gobel sebagai figur yang mampu membangun sinergi antara sektor swasta dan pemerintah.
Pengalamannya sebagai pengusaha memberikannya pemahaman mendalam tentang kebutuhan industri, sementara kiprahnya sebagai pejabat publik berkontribusi pada kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembangunan Gorontalo dan kawasan Indonesia Timur.
Selain sebagai pengusaha elektronik, Rachmat Gobel aktif dalam berbagai organisasi bisnis dan kegiatan sosial.
Ia sering menekankan pentingnya inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia.
Gagasannya mengenai industrialisasi dan peningkatan daya saing nasional masih sering menjadi rujukan dalam berbagai forum ekonomi.
Kepergian Rachmat Gobel merupakan kehilangan besar bagi Indonesia.
Jejaknya sebagai pemimpin perusahaan, mantan Menteri Perdagangan, Wakil Ketua DPR RI, dan politisi yang konsisten memperjuangkan pembangunan ekonomi akan terus dikenang.
Rachmat Gobel dikenang sebagai sosok pengusaha visioner sekaligus negarawan yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan industri, perdagangan, dan pembangunan nasional.
