Bangkalan – Pemerintah Indonesia resmi menggandeng mitra strategis asal Tiongkok untuk mengakselerasi pengembangan Kawasan Industri Wiraraja di Madura melalui penandatanganan nota kesepahaman pada Rabu (5/8/2026).
Dilansir dari Katadata, prosesi kerja sama ini melibatkan penandatanganan MoU antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee serta kesepakatan bergabung dalam aliansi industri internasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat setempat.
Pemerintah berkomitmen mendorong program Two Countries Twin Parks guna menyeimbangkan peta industri nasional, terutama dengan memposisikan kawasan di Madura sebagai pendukung sektor industri berat dan petrokimia.
Pengembangan kawasan ini dinilai akan semakin mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok melalui peningkatan investasi serta volume perdagangan bilateral yang berkelanjutan.
Airlangga berharap kerja sama ini dapat memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan kedua negara agar ketergantungan terhadap mata uang asing dapat dikurangi secara bertahap.
Terdapat beberapa klaster industri yang direncanakan beroperasi di lokasi tersebut, meliputi industri cokelat, matras, tekstil, benang, serta berbagai sektor manufaktur padat karya lainnya.
Pihak Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini tengah melakukan percepatan perizinan guna memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur kawasan industri tersebut.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Akhmad Ma’ruf Maulana, menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang sebagai pusat manufaktur terpadu yang memadukan sektor logistik dengan energi ramah lingkungan.
Keterlibatan mitra dari Guangdong diharapkan mampu memicu akselerasi masuknya modal asing sekaligus memperluas peluang transfer teknologi bagi peningkatan kapasitas industri nasional.
Wali Kota Zhanjiang, Li Yongyi, menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra dagang yang sangat penting bagi wilayah Zhanjiang dalam konteks kerja sama ekonomi regional.
Kolaborasi antara Guangdong ASEAN Industrial Park dan Wiraraja Madura Industrial Estate diharapkan menjadi model konkret dalam pertukaran informasi industri serta pengembangan kapasitas produksi bersama.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menambahkan bahwa proyek ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur.
Langkah ini merupakan perwujudan komitmen pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas tinggi yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di tingkat lokal.
Tren kerja sama ekonomi antara Zhanjiang dan Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir dengan peningkatan nilai perdagangan yang signifikan.
Data mencatat bahwa pada tahun 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia mencapai 2,461 miliar yuan atau meningkat sebesar 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga saat ini, sebanyak 8 perusahaan asal Zhanjiang telah merealisasikan investasi di Indonesia senilai 370 juta dolar AS, sementara perusahaan Indonesia juga telah mulai menanamkan modal di Zhanjiang.
Ringkasan
Pemerintah Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan mitra asal Tiongkok untuk mengembangkan Kawasan Industri Wiraraja di Madura melalui penandatanganan nota kesepahaman pada Rabu (5/8/2026). Inisiatif ini bertujuan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan kerja luas, serta memperkuat hubungan investasi bilateral antara kedua negara.
Pengembangan kawasan ini mengusung program Two Countries Twin Parks yang berfokus pada sektor industri berat, petrokimia, serta manufaktur padat karya seperti tekstil dan cokelat. Proyek ini juga diharapkan menjadi model pertukaran teknologi dan informasi industri, sekaligus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini tengah mempercepat proses perizinan untuk mendukung pembangunan infrastruktur kawasan tersebut. Langkah ini didukung oleh tren pertumbuhan ekonomi yang positif, di mana nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia pada tahun 2025 tercatat mencapai 2,461 miliar yuan.
