Jakarta – Pembukaan perdagangan Rabu (1/7) menunjukkan pasar keuangan domestik bergerak hati-hati, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung masuk ke zona merah meski penurunannya masih tipis. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat dibuka di level 5.640,61 atau melemah 0,04 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.643,19. Kondisi ini mengindikasikan pelaku pasar masih menunggu sentimen baru, baik dari dalam negeri maupun dari pergerakan bursa global.
Aktivitas transaksi di awal sesi juga sudah mulai terbentuk. Berdasarkan data Stockbit, volume perdagangan pagi ini mencapai 330,44 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp 332,1 miliar. Adapun frekuensi transaksi tercatat sebanyak 41.005 kali, menandakan pasar tetap aktif meski indeks bergerak terbatas.
Di pasar valuta asing, rupiah belum menunjukkan perubahan berarti terhadap dolar Amerika Serikat. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.957 per dolar AS, sama seperti posisi penutupan sebelumnya. Pergerakan yang stagnan ini mencerminkan pasar valuta masih cenderung menahan diri sambil mencermati arah sentimen eksternal.
Sementara itu, bursa saham Asia membuka perdagangan dengan pola yang tidak seragam. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, indeks Nikkei 225 di Jepang justru mencatat penguatan paling besar di kawasan pada awal sesi. Indeks tersebut dibuka naik 1,02 persen ke level 70.774,28.
Sebaliknya, beberapa indeks regional lain berada di bawah tekanan. Hang Seng di Hong Kong dibuka turun 0,08 persen ke level 23.007,87, sedangkan SSE Composite di China terkoreksi 0,09 persen ke level 4.090,76. Pergerakan negatif di dua pasar utama Asia Timur ini memberi sinyal bahwa investor masih selektif dalam merespons kondisi ekonomi dan kebijakan yang berkembang di kawasan tersebut.
Di sisi lain, bursa Singapura justru bergerak positif pada awal perdagangan. Indeks Straits Times tercatat naik 0,31 persen ke level 5.186,79, mengikuti sentimen yang lebih baik di sebagian pasar Asia Tenggara. Perbedaan arah antarindeks ini memperlihatkan pasar regional belum memiliki kecenderungan yang sama, sehingga pelaku pasar cenderung memilih strategi yang lebih defensif pada pembukaan perdagangan hari ini.
