El Nino Picu Kekeringan, Pertamina Alihkan Distribusi BBM ke Jalur Darat

Kekeringan akibat El Nino menyebabkan pendangkalan sungai sehingga distribusi BBM terhambat.

Jakarta – Fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem di Indonesia mulai menghambat kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kekeringan menyebabkan pendangkalan parah pada sejumlah sungai yang menjadi jalur utama kapal pengangkut BBM.

PT Pertamina (Persero) terpaksa mengubah strategi logistik dengan mengalihkan rute distribusi dari jalur air ke transportasi darat.

“Kita mengalihkan dengan transportasi darat dan itu sebagian memakan waktu,” ujar Bahlil saat konferensi pers di Terminal BBM Pesanggaran, Kota Denpasar, Bali, Senin (19/10).

Bahlil menegaskan pihaknya akan berupaya maksimal agar kendala distribusi tersebut tidak berdampak buruk bagi masyarakat.

Kepala Pusat Energi dan Pangan INDEF, Abra Talattov, membenarkan bahwa fenomena alam ini membawa risiko serius bagi rantai pasok energi.

“Fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan dan pendangkalan sungai berpotensi mengganggu kelancaran distribusi BBM, khususnya di wilayah yang mengandalkan transportasi sungai,” kata Abra, Kamis (22/10).

Abra menilai pengalihan ke jalur darat akan membebani operasional karena memerlukan tambahan armada serta biaya yang lebih besar.

Waktu tempuh pengiriman yang lebih lama berisiko memicu keterlambatan pasokan hingga potensi kelangkaan BBM di sejumlah daerah.

Hambatan distribusi ini diperkirakan menimbulkan efek berantai yang merugikan sektor produksi, transportasi, dan perdagangan.

Tersendatnya pasokan solar dapat melumpuhkan pergerakan angkutan logistik serta mesin pertanian yang berujung pada lonjakan biaya.

Abra menambahkan bahwa dampak negatif tersebut semakin nyata karena El Nino juga berpotensi mengganggu stabilitas produksi pangan nasional.

Rekomendasi