Bach Multi Global Perkuat Ekosistem Digital Grup Djarum

Bisnistalk.com, Jakarta – PT Bach Multi Global Tbk (BACH) secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada Senin (8/7/2024), sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis.

Dilansir dari prospektus perusahaan, aksi korporasi ini menjadi pintu masuk bagi entitas yang terafiliasi dengan Grup Djarum untuk mengambil alih posisi sebagai pemegang saham pengendali perseroan.

Baca Juga

Proses pengambilalihan kendali tersebut telah dirancang melalui mekanisme perjanjian opsi yang diteken antara PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) dan PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) pada 7 Januari.

Perjanjian tersebut memberikan hak kepada GTP untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 51% setelah periode IPO berakhir.

Pada bulan Maret, manajemen GTP menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi opsi tersebut dengan membeli sekitar 1,04 miliar saham milik BMSI melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi BEI.

Apabila transaksi tersebut rampung sepenuhnya, maka porsi kepemilikan GTP akan naik menjadi 51% dan menjadikan entitas tersebut sebagai pemegang saham pengendali utama.

Di sisi lain, porsi kepemilikan saham BMSI di Bach Multi Global akan mengalami penurunan menjadi sekitar 26,77%.

Struktur kepemilikan ini menempatkan Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono sebagai pihak yang memegang kendali manfaat akhir atau ultimate beneficial owner dari Bach Multi Global melalui GTP.

Keduanya merupakan representasi dari generasi ketiga keluarga Hartono yang dikenal sebagai pewaris sekaligus penggerak utama Grup Djarum.

Bach Multi Global sendiri merupakan perusahaan yang didirikan pada 2006 dengan fokus awal pada bisnis penjualan genset untuk sektor telekomunikasi.

Perusahaan kemudian melakukan diversifikasi usaha melalui anak usahanya, PT Bach Multi Infrastruktur, yang bergerak di bidang konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Saat ini, lini bisnis perseroan mencakup penjualan serta penyewaan genset, pembangunan jaringan serat optik, instalasi site telekomunikasi, hingga penyediaan sistem kelistrikan.

Pada tahun 2025, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,73 triliun yang mencerminkan pertumbuhan 40% dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih perusahaan melonjak signifikan sebesar 97,5% menjadi sekitar Rp 155 miliar, sehingga margin laba bersih terdongkrak naik menjadi 9%.

Kinerja keuangan yang positif tersebut didorong oleh lonjakan penjualan genset sebesar 93% dan pertumbuhan bisnis penyewaan genset yang mencapai lebih dari 1.200%.

Hingga saat ini, Bach Multi Global telah mengelola lebih dari 40 ribu site telekomunikasi dan mendistribusikan lebih dari 20 ribu unit genset kepada berbagai klien korporasi.

Portofolio pelanggan perusahaan mencakup entitas besar seperti Grup Protelindo, PLN Group, Bank Mandiri, BRI, Huawei, serta Indosat Ooredoo Hutchison.

Masuknya Bach Multi Global ke dalam ekosistem Grup Djarum semakin melengkapi portofolio ekonomi digital grup tersebut di sisi infrastruktur fisik.

Grup Djarum sebelumnya telah memiliki eksposur kuat di sektor digital melalui Blibli untuk perdagangan elektronik, Tiket.com untuk layanan perjalanan, dan Polytron untuk perangkat elektronik.

Kehadiran Bach Multi Global mengisi celah penting pada aspek pembangunan dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi yang menjadi tulang punggung konektivitas digital.

Keterkaitan erat antara Bach Multi Global dan Grup Djarum juga tercermin dari komposisi jajaran komisaris perusahaan.

Anita Anwar menjabat sebagai Komisaris Utama Bach Multi Global sekaligus memegang posisi penting di entitas Grup Djarum lainnya seperti PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Kombinasi antara keahlian teknis perusahaan dan dukungan ekosistem Grup Djarum diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional.

Rekomendasi