Rupiah Melemah ke Level Rp18.038 per Dolar AS Pagi Ini

Mata uang Garuda melemah 16 poin setelah BI memutuskan tidak menaikkan suku bunga.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.038 per dolar AS pada perdagangan Kamis (22/10) pagi.

Mata uang Garuda tersebut terkoreksi 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS pada hari yang sama.

Peso Filipina melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,03 persen, dan dolar Singapura terkoreksi 0,03 persen.

Yuan China tercatat bergerak datar dalam perdagangan pagi ini.

Sebaliknya, yen Jepang terapresiasi 0,03 persen, won Korea Selatan naik 0,13 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.

Mata uang negara maju juga menunjukkan pergerakan yang beragam.

Euro melemah 0,02 persen, poundsterling Inggris turun 0,05 persen, dolar Australia terkoreksi 0,18 persen, dan franc Swiss melemah 0,01 persen.

Dolar Kanada menjadi satu-satunya mata uang negara maju yang menguat sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) yang tidak menaikkan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur sehari sebelumnya.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS setelah BI di luar perkiraan tidak menaikkan tingkat suku bunga kemarin,” ujar Lukman kepada wartawan, Kamis (22/10).

Lukman menambahkan bahwa sentimen di pasar saham akan menjadi faktor penentu yang dapat menahan laju pelemahan nilai tukar.

“Fokus investor masih pada sentimen di pasar ekuitas yang apabila kembali membaik dapat menahan pelemahan atau bahkan menguatkan rupiah,” kata Lukman.

Selain itu, investor saat ini tengah mencermati rumor mengenai potensi kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang memengaruhi sentimen pasar global.

Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Rekomendasi