Zulhas Jadikan Sembalun Sentra Bawang Putih untuk Tekan Ketergantungan Impor Nasional

Zulkifli Hasan menghadiri panen raya bawang putih di Sembalun, Lombok Timur untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Sembalun, Lombok Timur – Pemerintah menetapkan kawasan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagai sentra pengembangan bawang putih nasional untuk menekan ketergantungan impor.

Ketinggian wilayah Sembalun yang mencapai lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut menjadi faktor utama pemilihan lokasi tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai kondisi geografis serta iklim mikro di dataran tinggi Sembalun sangat mendukung pertumbuhan umbi bawang putih berkualitas tinggi.

“Secara agroklimat, Sembalun ini memang pas untuk bawang putih,” ujar Zulkifli saat menghadiri panen raya di Sembalun beberapa waktu lalu.

Zulkifli menjelaskan bahwa tanaman bawang putih membutuhkan suhu dingin dan paparan sinar matahari cukup yang tersedia secara alami di wilayah tersebut.

Keunggulan lokasi ini terbukti melalui panen raya yang mencatatkan estimasi produksi sebesar 1.050 ton dari 105 hektare lahan garapan 287 petani lokal.

Data pemerintah menunjukkan produksi bawang putih dalam negeri saat ini baru mencapai kisaran 39.000 hingga 40.000 ton per tahun.

Jumlah tersebut masih sangat jauh dari kebutuhan nasional yang mencapai 600.000 ton setiap tahun.

Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia masih bergantung pada pasokan impor sebesar 90 hingga 95 persen untuk memenuhi kebutuhan bawang putih dalam negeri.

Pemerintah menargetkan perluasan areal penanaman di Nusa Tenggara Barat mencapai 120 hektare dengan proyeksi produksi sebanyak 1.200 ton.

Target produksi tersebut direncanakan akan dipanen pada November 2026 bersamaan dengan penanaman serentak di 17 provinsi lainnya.

Pengembangan sentra bawang putih di Sembalun diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mempercepat swasembada pangan nasional.

“Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih,” tegas Zulkifli.

Zulkifli berharap upaya peningkatan kemampuan produksi dalam negeri ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh petani lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *